Sabtu, 14 Februari 2015

00-TINGAIY 2015 Tekanan Pori awal di bawah Lusi mud volcano Indonesia (i)

LUSI LIBRARY:KNOWLEDGE MANAGEMENT
BAGIAN 1 (ABSTRAK DAN KESIMPULAN)

https://sites.google.com/site/lusilibraryhardi2010/tingay/tingay-2014-inpres

Tingay 2015


 Preview Paper No 5 Mark Tingay:

Tekanan Pori awal di bawah Lusi mud volcano Indonesia

Initial pore pressures under the Lusi Mud Volcano, Indonesia


Mark Tingay (2014)
Australian School of Petroleum, University of Adelaide, Adelaide. SouthAustralia,



DAFTAR ISI


Gambar Utama: Penafsiran Stratigrafi dari penampang Seismik

·      ABSTRAK (ABSTRACT)

·      PENDAHULUAN (INTRODUCTION)
·      RINGKASAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA LUSI MUD VOLCANO (GEOLOGICAL AND GEOCHEMICAL SUMMARY OF THE LUSI MUD VOLCANO)
·      DATA LOG PETROFISIK UNTUK KAWAAN LUSI (PETROPHYSICAL LOG DATA FOR THE LUSI REGION)
·      PENGAMATAN TEKANAN PORI DARI SUMUR-SUMU DI DEKAT  LUSI (PORE PRESSURE OBSERVATIONS FROM WELLS NEAR LUSI)
·      DISKUSI TERHADAP ASAL USUL OVERPRESSURE (DISCUSSION ON OVERPRESSURE ORIGIN)
·      IMPLIKASI UNTUK PERKIRAAN TEKANAN PORI (IMPLICATIONS FOR PORE PRESSURE PREDICTION)
·      IMPLIKASI UNTUK PEMICU LUSI MUD VOLCANO (IMPLICATIONS FOR TRIGGERING OF THE LUSI MUD VOLCANO)
·      IMPLIKASI PADA PANJANG UMUR DAN EVOLUSI LUSI (IMPLICATIONS FOR LONGEVITY AND EVOLUTION OF LUSI)
·      KESIMPULAN (CONCLUSIONS)
·      UCAPAN TERIMA KASIH (ACKNOWLEDGEMENTS)


Korelasi Litologi dan Karakteristik Fisik


ABSTRAK

LUSI mud volcano tetap menjadi suatu bencana geologi yang tidak lumrah di Abad 21:

Lusi mud volcano di Jawa Timur, Indonesia, masih tetap menjadi salah satu bencana geologi yang paling tidak lumrah pada era modern, di abad 21 (remains one of the most unusual geological disasters of modern times ).

Lusi sejak dilahirkan 2006 telah menyemburkan 90 juta meter kubik lumpur:
Sejak Lusi dilahirkan pada tahun 2006, selanjutnya telah menyembur secara berkelanjutan, memuntahkan lebih dari 90 juta meter kubik lumpur (expelling over 90 million cubic meters of mud) yang selanjutnya telah menyebabkan sekitar 40.000 orang harus diungsikan.

Studi tekanan pori yang di klaim pertama kalinya dilakukan secarakomprehensif sejak semburan Lusi:
Studi yang dilaksanakan merupakan analisis tekanan-tekanan pori rinci  (first detailed analysis of the pore pressures), yang langsung pertama kalinya dilaksanakan  tidak lama setelah terjadinya Lusi mud volcano (immediately prior to the Lusi mud volcano eruption ).

Kompilasi data di sekitar sumur BJP-1 dan data petrofisik
Studi ini telah dilakukan dengan mengkompilasi sekitar 150 data dari daerah sumur Banjr Panji-1 dan diprediksi besarnya nilai tekanan pori (undertaking pore pressure prediction) dari kompilasi terhadap data petrofisik yang cermat (from carefully compiled petrophysical data).

Sekuen overpressure di bawah Lusi terjadi mulai dari kedalaman  300m meningkat sampai 1878m:
Aliran sumur bor mengindikasikan bahwa sekuen overpressure di bawah Lusi terjadi sejak dari kedalaman 350 m (sequences under Lusi are overpressured from only 350 meters depth).

Peningkatan tekanan pori sampai kedalaman 1870m dengan gradien lebih dari 17,2 Mpa/km:
Selanjutnya mengikuti suatu pendekatan peningkatan tekanan pori paralel-litostatik (follow an approximately lithostat-parallel pore pressure increase).
Melalui sekuen klastik Pleistosen sampai kedalaman 1870m through Pleistocene clastic sequences to 1870 meters depth) dengan gradien tekanan pori melebihi dari 17,2 Mpa/km.

overpressure juga berkembang pada lapisan yang dalam pada satuan volkanik dan batugamping:
Hal yang paling tidak biasanya (tidak lumrah), dimana berdasarkan indikator dari aliran fluida, suatu tendangan yang besar, hubungan gas-gas,  pengangkatan gas-gas di latarbelakang dan offset dari data sumur.
Telah mengkonfirmasikan bahwa besaran overpressur yang tinggi juga berkembang pada sekuen volkanik Plio-Pleistosen (1870 sampai dalam ~2833m) dan juga pada sekuan karbonat berumur Miosen (Formasi Tuban) (high magnitude overpressures also exist in the Plio-Pleistocene volcanic sequences (1870 to ~2833 meters depth) and Miocene (Tuban Formation) carbonates), dengan gradien tekanan pori 17,2 – 18,4 Mpa/km.

Tantangan menentukan asal mula overpressure dan perkiraan besarnya takanan pori
Variasi geologi di bawah Lusi mud volcano memberikan sejumlah tantangan (The varying geology under the Lusi mud volcano poses a number of challenges) untuk menentukan asal mula tekanan berlebih (overpressure) dan membuat perkiraan terhadap tekanan pori (for determining overpressure origin and undertaking pore pressure prediction).

Kondisi overpressure pada klastik berbutir halus dengan pengendalan cepat:
Overpressure di dalam klastik endapan berbutir halus berumur Pleistosen dan diendapkan secara cepat, mempunyai suatu ciri petrofisik tipe dari kompaksi yang tidak seimbang (Overpressures in the fine-grained and rapidly deposited Pleistocene clastics have a petrophysical signature typical of disequilibrium compaction).
Kondisi ini dapat diprediksi dari data sonik, resistivitas dan pemboran (can be reliably predicted from sonic, resistivity and drilling exponent data).

Kesulitan menentukan asal usul overpressure pada sekuen dengan porositas rendah:
Namun, sangat sulit untuk mengembangkan asal mula overpressure pada sekuen volkanik dengan porositas rendah dan karbonat Miosen (the overpressure origin in the low porosity volcanic sequences and Miocene carbonates).

Anomali porositas dan estimasi tekanan pori:
Sama halnya, volkanik tidak mempunyai anomali porositas yang jelas (the volcanics do not have any clear porosity anomaly).
Sehingga dengan metoda-metoda prediksi standar tekanan pori pada sekuen ini sangat besar dibawah estimasi (pore pressures in these sequences are greatly underestimated by standard prediction methods).

Pentingnya informasi tekanan pori sebelum semburan Lusi mud volcano untuk memahmi panjang kehidupan semburan
Analisis dari tekanan pori sebelum semburan di bawah Lusi mud volcano (analysis of pre-eruption pore pressures underneath the Lusi mud volcano).
Sangat penting untuk memahami  mekanisme, pemicu, dan panjang kehidupan dari semburan (is important for understanding the mechanics, triggering and longevity of the eruption).
Juga menyediakan suatu contoh yang bernilai dari hal-hal yang tidak diketahui dan tantangan (providing a valuable example of the unknowns and challenges).
Yang berasosiasi dengan overpressure pada bagian bukan klastika (associated with overpressures in non-clastic rocks).


Kesimpulan


Studi mendalam pertama, terkait tekanan pori sebelum terjadinya Lusi:
Studi ini menunjukkan hasil kompilasi yang pertama dan analisis tekanan pori yang mendalam, berasal dari informasi lubang bor BJP-1 ((the first in-depth compilation and analysis of pore pressure information from the BJP-1 borehole and other nearby wells), dan sumur di dekatnya.
Dalam upaya mengembangkan informasi terkait tekanan pori pada kondisi awal sebelum memicu Lusi mud volcano (in order to establish the initial state of pore pressure prior to the triggering of the Lusi mud volcano).

Menyediakan dataset petrofisik di daerah sekitarnya:
Disamping itu juga menyediakan dataset petrofisik, pemboran dan data geologi dari daerah sekitarnya (providing a comprehensive dataset of petrophysical, drilling and geological data for the region).

Batuan-batuan dari sekitar kedalaman 350m ke bawah sampai kedalaman  sekitar 2833m mempunyai overpressure yang tinggi:
Data yang tersedia dari aliran fluida, hubungan gas, gas latarbelakang yang diangkat, tendangan besar dan berat lumpur (Available data from fluid influxes, connection gases, elevated background gases, a major kick and mud weight).
Diambah dengan observasi tekanan pori di ofset sumur yang dekat dan estimasi tekanan pori berdasakan 3 data set petrofisik dan komponen pemboran yang dikoreksi (in addition to observed pore pressures in proximal offset wells and pore pressure estimates based on three petrophysical datasets and corrected drilling exponent).).
Telah mengindikasikan bahwa semua batuan-batuan dari kedalaman sekitar 350m ke bawah sampai pada satuan Karbonat Miosen dengan kedalaman  sekitar 2833m mempunyai overpressure yang tinggi (indicates that all rocks from approximately 350m depth down to the Miocene carbonates (located at ~2833m depth) are highly overpressured).
Tekanan pori mengikuti suatu pendekatan penampang litosatik yang sejajar kedalaman onset di bawah 350m, khususnya pada sekuan klastik Pleistosen.

Fenomena khusus tingginya overpressure pada sekuen batuan volcanik, klastik volkanik, dan karbonat di bawah 1870m
Sebagai catatan khusus, studi ini menyoroti bahwa tingginya besaran overpressure berkembang pada non klastik, dan bahkan bukan sedimen.
Dimana batuan-batuan, mempunyai gradien tekanan pori melebihai 17,2 MPa/km yang diamati pada sekuen-sekuen batuan vokanik, volcano klastik, dan karbonat di bawah kedalaman 1870m.

Studi ini cenderung mendukung bahwa Lusi mud volcano disebabkan oleh Sumur BJP-1:
Data tekanan  pori yang dipresentasikan di sini  menghasilkankan pandangan kunci terhadap bencana Lusi mud volcano.
Tekanan pori, data pemboran dan petrofisika yang diproses dan dikoreksi secara cermat dari studi ini mempunyai implikasi yang luas untuk memahami pemicu Lusi mud volcano.
Dalam hal ini mendukung argumen bahwa bencana ini sebagai hasil dari sumur BJP1 (further support the argument that this disaster was the result of a blowout in the BJP-1 well.).

Data yang tersedia menyediakan informasi untuk panjang kehidupan yang layak dan evolusi:
Lebih jauh lagi, data yang disediakan di sini menyediakan suatu sumber yang sangat bernilai.
Untuk analisis ke depan, terhadap panjang kehidupan yang layak dan evolusi dari sistem mud volcano utama.

Contoh unik tekanan pori yang besar di batuan nonklastik:
Akhirnya, studi ini menyediakan suatu contoh yang unik dari dua “kualitas tekbook”, yaitu ketidakseimbangan tekanan kompaksi dan anomali tekanan pori yang besar di batuan non klastik.

Suatu tantangan  memprediksi tekanan pori pada tekanan kompaksi yang tidak seimbang:
Dikotomi dari  overpressure litologi yang ditinjau sesuai dengan kemampuan yang ada untuk kemungkinan mempridiksi secara layak terhadap tekanan pori pada tekanan kompaksi yang tidak seimbang secara kelasik.
Disamping itu terhadap tantangan signifikan yang dihadapi industri migas,  ketika kita ingin meningkatkan sasaran dari reservoir non klastik dengan overpressure tinggi.
Dengan mengacu seperti karbonat overpressure di lapangan minyakIran dan overpressure karbonat-bergaram sebagai indukdari lapanan munyak di Brazil.

Impikasi untuk panjang kehidupan dan evolusi LUSI:
Salah satu isu yang paling penting adalah berhubungan dengan pengelolaan danketerkaitan dengan bencana Lusi mud volcano (One of the most important issues related to managing and dealing with the Lusi mud volcano disaster).
Adalah perkiraan seperti apa durasi dari semburan lumpur (in estimating the likely duration of the mud eruption).

Kebanyakan bencana geologi bersifat merusak:
Kebanyakan bencana geologi seperti gempabumi, tsunami dan letusan gunung adalah ekstrim merusak (Most common geological disasters (e.g. earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions) are extremely devastating).

Tanggap darurat berlangsung pendek:
Tapi tanggap darurat terjadi pada suatu waktu yang relatif pendek menit sampai hari kerusakan (but occur over a relatively brief time frame of minutes to days).
Selanjutnya upaya dapat langsung dilakukan untuk perbaikan cepat dan membangun kembali daerah yang mengalami  (thus efforts can be made to quickly repair and rebuild damaged areas).

Lusi suatu bencana yang menerus, menyebabkan kerusakan secara gradual:
Namun, apa yang terjadi dengan Lusi mud volcano ekstrim berbeda.
Dimana semburan Lusi mud volano merupakan suatu bencana yang terus berlangsung (However, the Lusi mud volcano is an on-going disaster).
Telah menyebabkan kerusakan secara gradual lebih dari delapan tahun (causing continual gradual damage for over eight years.).

Sangat vital memahami berapa lama semburan akan berlangsung:
Disini, sangat vital untuk memahami berapa lama semburan akan berlangsung (it is vital to understand how long the eruption will continue).
Dan bagaimana daerah akan terlibat, dalam upaya mengelola bencana terbaik (and how the area will evolve, in order to best manage the disaster).

Kompilasi tekanan pori untuk masukan panjang umur semburan:
Data kompilasi tekanan pori telah menyediakan  imput data kunci untuk prediksi panjang umur semburan dari Lusi mud volcano (The pore pressure data compiled herein provides some key input data for longevity predictions of the Lusi mud volcano.)

Angka tekanan pori awal yang menjadi kendala untuk model perkiraan panjang kehidupan (Davis et al., 2011):
Data-informasi tekanan pori awal, selama ini diidentifikasi sebagai suatu kunci hal yang tidak diketahui.
Dari model-model yang digunakan untuk memperkirakan panjang kehidupan darisemburan Lusi mud volcano sebagaimana yang digunakan oleh Davies 2011.

Data yang dihasilkan dapat mempersempit ketidak jelasan tekanan pori pada satuan Karbonat Miosen dan Lempung Kalibeng:
Khususnya, data yang disajikan oleh Tingay 2014 dapat digunakan untuk mempersempit, terhadap ketidak jelasan parameter sebelumnya.
Khususnya ketidakjelasan  tekanan pori awal pada karbonat Miosen dan lempung Kalibeng. Dimana sebelumnya telah diusulkan sebagai pengendali utama dari Lusi mud volcano (Miocene carbonates and the Kalibeng clays, which are proposed to be the  primary drivers of the Lusi mud volcano (Istadi et al., 2009; Davies et al., 2011; Rudolph et al., 2011).).

Contoh perbedaan pemanfaatannya pada tekanan pori Karbonat Miosen antara 17,6 dengan 23MPa:
Sebagai tambahan Davies (2011) mengusulkan bahwa tekanan pori untuk satuankarbonat Miosen berada pada nilai 13,9 dan 17,6 MPa di atas hidrostatik.
Sedangkan data yang disajikan di sini mengindikasikan bahwa tekanan poridengan nilai ~23,0 MPa diatas hidrostatik.

Antara volume lempung overpressure yang tersedia disemburkan dan tekanan pori:
Volume dari lempung overpressure yang tersedia  untuk disemburkan juga juga bermakna dalam hubungan dengan data tekanan pori disajikan disini.

Tersedia lumpur overpressure antara 500m untuk semburan lumpur versus 970m, lebih banyak:
Istadi eta al., 2009 mengusulkan bahwa hanya tersedia suatu lapisan lumpur overpressure setebal 500m untuk semburan lumpur. (Istadi et al., 2009 proposed that only a 500m thick layer of verpressured clays were available as a source for erupted mud).
Tapi data di sini memperlihatkan bahwa angka estimasi ini lebih rendah, karena menggunakan data kecepatan sonik yang salah (but the data herein demonstrate that this is a significant underestimate due to previous use of erroneous sonic velocity data).
Dengan mengasumsikan suatu puncak dari overpressure pada posisi yang terlaludalam (assumption of a top of overpressure at much deeper depths (Figure 3).

Usulan ketebalan lapisan lempung overpressure total 970m:
Namun data dipresentasikan disini mengindikasikan bahwa keseluruhan sekuen setelah kedalaman 970m berada pada kondisi yang lebih overpressure ((that the entire 970 meters of Kalibeng clay sequences is highly overpressured,).
Juga termasuk lempung di Formasi Pucangan (as well as clays in the Pucangan Formation).

Pernyataan potensi material lumpur yang dapat disemburkan lebih banyak:
Sehingga potensi material lumpur yang tersedia  lebih banyak untuk semburan,daripada perkiraan sebelumnya (thus that potentially more clay material is available for eruption than previously estimated).

Berdasarkan data awal tekanan pori dipercaya bahwa Lusi kemungkinan akan menyembur lebih lama:
Informasi awal dari tekanan pori disini selanjutnya memperkuat kepercayaan.
Bahwa Lusi kemungkinan menyembur lebih lama daripada model yang telah dibuatsebelumnya (The initial pore pressure information herein suggests that the Lusi mud volcano may erupt for longer than has been previously modeled).

Catatan Keterbatasan, studi tidak fokus pada panjang kehidupan Lusi:
Namun hal penting, bahwa penulis makalah (Mark Tingay) membatasi bahwa studi ini tidak khusus berfokus, untuk mengestimasi panjang kehidupan dari Lusi mud volcano, dan daripada itu (However, it is important to highlight that this study has not focused on estimating longevity of the Lusi mud volcano, and that this is).
Dengan argument bahwa perkiraan kehidupan semburan Lusi, merupakan suatu yang komplek, dan banyak variabel yang memainkan peran kunci:
Merupakan masalah komplek dimana banyak variable memainkan peran kunci (in itself, an extremely complex problem in which many variables play a key role).

Suatu catatan yang penting dan ekstrim positif, bahwa Kecepatan Lusi telah berkurang  secara cepat:
Sebagai tambahan bahwa suatu catatan yang dinilai merupakan hal penting, dan ekstrim positif, (Indeed, it is important, and extremely positive, to note).
Bahwa kecepatan semburan dari Lusi mud volcano telah berkurang secara cepat pada tahun-tahun terakhir (that the eruption rate from the Lusi mud volcano has reduced rapidly in recent years).

Kecepatan rata-rata 10.000m3/hari sebelumnya 100.000m3/hari:
Kecepatan rata-rata sekarang hanya 10.000 m3/hari, menurun drastis dari ~100.000 m3/hari pada kecepatan awal(Eruption rates now average only 10.000 m3/day down from ~100000 m3/day initial rates).

Analisis deformasi permukaan pengurangan kecepatan berkali lipat pada tahun 2018:
Demikian pula hasil analisis deformasi permukaan akhir-akhir ini telahmemperlihatkan perkirakan pengurangan kecepatan sepuluh kali lipat pada tahun ~2018 seperti studi Rudolph 2013 (Recent analysis of surface deformation predicts a further tenfold decrease in eruption rate by ~2018 (Rudolph et al., 2013).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar