Kamis, 19 September 2019

GEYSER LUSI: Penanggulangan Bencana “Inovatif & Holistik” Menuju ke Manfaat




FILE GEYSER LUSI LIBRARY&VIRTUAL MUSEUM, MENDUKUNG PAPARAN:
GSSI INDONESIA USER CONFERENCE “GPR : Future Geophysics Investigation ”8-9 OKTOBER 2019 BANDUNG


GPR- Geohazard LUSI Sistem Hidrotermal di Busur Belakang: Pengurangan Risiko Bencana

Sub Judul Outlook Kedepan:
LUSI 13 TAHUN: Pelajaran Suatu Semburan Lumpur Merusak Menuju Hidup Harmoni Dengan Bencana
Go LUSI: Laboratorium Alam  Studi Sistem Hidrotermal Aktif Pada Sedimen Terbedar di Dunia, Menuju Geopark Mengedepankan GeoWisata

Dipaparkan Oleh: Hardi Prasetyo, Mantan Pimpinan BPLS 2007-2017
Didukung Alwi Husein BPLS-PPLS

TENTATIF KESIMPULAN:
  • GPR sebagai salah satu alat bantu geofisika dengan berbagai kelebihan, sejak 2007 telah digunakan dalam Misi Nasional Penanggulangan-Pengendalian Bencana Geyser Lusi. Baik sebagai informasi Ilmu Kebumian untuk pengambilan Kebijakan dan Keputusan, maupun pada Monev GeoHazard untuk Langkah Mitigasi Bencana bersiklus.
  • Pada Grand Design Studi Mendalam Bawah Permukaan LUSI  (BPLS -TIMDU LUSI 2016) himpunan basis data GPR, TLS Terrestrial Laser Scanner, MT Magnetotelurik, dan Penafsifan Seismik Refleksi 2-D digunakan sebagai referensi penentuan Grid Akuisisi 3D.
  • Pada tahapan Exit Strategy BPLS menuju Transisi ke PPLS telah ditetapkan outlook Penanggulangan Kedepan dengan alur pikir: 1) Lusi telah berevolusi menjadi suatu sistem hidrotermal aktif terbesar di dunia berhubungan dengan gunung magmatik; 2) Semburan Tidak Dibunuh; 3) Akan berlangsung lama dari kisaran Tidak Dapat Ditentukan sampai 26-35 Tahun; 5) 5 Oktober 2014 sebagai "Even TNI" merupakan titik balik perulangan interval (recurrent interval) semburan besar merusak dengan kecepatan melampaui titik kritis 50.000m3/h posisi 2018 dipublikasi 80.000m3/h; dan 6) Diindikasikan Geohazard yang perlu ditindaklanjuti dengan langkah Mitigasi sebagai bagian Pengurangan Risiko Bencana.
  • Isu Aktual yang telah lama berkembang menjadi salah satu kontroversi adalah tentang keberadaan Sistem Patahan Watukosek. Walaupun titik awal pada gunung magmatik sampai Kali Porong secara geologi dan geofisika telah semakin nyata sebagai suatu fitur Sistam Patahan Geser arah umum timurlaut-baratdaya, namun di area sekiar Lusi keberadaanya masih terjadi perbedaan pendapat. Sebagai alternatif ditumpangsusunkan dengan struktur kaldera melingkar (caldera radial structures)
  • Paradigma baru  yang telah digulirkan sejak 2010 "Hidup Harmoni dengan Bencana" dengan berbagai pemanfaatan termasuk sasaran menuju Taman Bumi mengedepankan Pesona GeoWisata Geyser Lus,i harus ditempuh dengan prinsip kehati-hatian dan memastikan keamanan.
  • GPR dapat berperan menjadi salah satu di depan sebagai  langkah inovasi untuk pengembangkan  suatu "Sistem Pemantauan Geyser Lusi Terintegrasi" dengan inovasi yang telah dirintis sejak 2011, melibatkan berbagai disiplin ilmu dan Institusi terkait.