Senin, 07 Oktober 2019

GPR- Geohazard LUSI Sistem Hidrotermal pada Sedimen: Pengurangan Risiko ...


























GPR- Geohazard LUSI
Sistem Hidrotermal pada Sedimen
: Pengurangan Risiko
Bencana Bersiklus


















Dipaparkan Oleh: Hardi Prasetyo, Mantan Pimpinan
BPLS 2007-2017
Didukung: Alwi Husein BPLS-PPLS

@
Pengenalan GPR pada Tanggul Lusi 2007
@
Analogi pencitraan bawah permukaan dangkal GPR, bervariasi seismik refleksi
2007, diproses ulang 2009, 2011 dan 2015
@Era
Baru Citra TLS dan InSAR (Andreas 2017), Penafsiran penampang seismik refleksi
diproses ulang memanjang dari Lokasi PRG-1 sebagai Geyser purba telah mengalami
struktur runtuh ~700m.  Disisi timur
ditafirkan tubuh volkanik. Lokasi BJP-1 stratigrafi mencapai serpih Formasi
Ngimbang; Penampang Seismik Tomografi sebagai bukti Lusi mempunyai hubungan
dengan gunung api AWR;
@
Outlook ke depan dirangkum hasil studi Informasi Simulasi Kondisi Bawah
Permukaan diringkas Isu Aktual dan Pemaknaan posisi 2018 terhadap Implikasi
Lusi sebagai Sistem Hidrotermal aktif pada sedimen berhubungan dengan gunung
api AWR.

Minggu, 06 Oktober 2019

GPR -TAHUN PERTAMA BPLS PADA MISI NASIONAL PENANGGULANGAN LUSI,SI




Khususnya untuk mendukung Paparan GPR GEOHAZARD GEYSER LUSI 8 OKTOBER 2019, DI BANDUNG, maka pada Paparan saya di ITS telah ditampilkan Contoh Nyata penerapan GPR baik untuk Monev Deformasi bagaian dari GeoHazard. Maupun hasil GPR telah digunakan sebagai basis pengambilan Keputusan untuk segera harus Membangun Tanggul Lingkar Luar Siring, walaupun sebagai konsekuensi akan menghadapi Penolakan dari Warga terkait penyelesaian Penanganan Masalah Sosial Kemasyarakatan dengan pola Cash and Carry dilandasi Perpres 14/2007 tentang BPLS.


TENTATIF ABSTRAK:


  • Paparan ini menempatkan Ground Penetration Radar GPR dalam Pola Pikir yang Luas "GPR-GeoHazard Geyser Lusi: Pengurangan Risiko Bencana Bersiklus". Disertai Rekomendasi "Pengembangan Sistem Monitoring Terintegrasi berdimensi Regional" sebagai akomodasi usulan  terdahulu antara ASU (Arizona State University USA), LUSI LAB (Konsorsium Institusi Kebumian      Masyarakat Eropa)-BMKG, Badan Geologi, KESDM, dan  Sistem POLIGON Rusia (2009).
  • Sejak kelahirannya Mei 2006 Lumpur Sidoarjo (LUSI) terus mengalami evolusi yang dramatis, sehingga setelah 13 tahun telah menempati posisi sebagai suatu Sistem Hidro/Geotermal pada sedimen (Sediment-hosted Hydro/GeoThermal system SHHS) di busur belakang (backarc) yang telah berhubungan dengan sistem gunung magmatik di busur depan (forearc).
  • Bencana ditimbulkan LUSI  kurun waktu 2006-2019 merupakan terbesar di Dunia telah menunjukkan Keunikan, Kontroversi, Berevolusi. 
  • Penanggulangan bencana LUSI yang bersiklus atau dengan pola "Spiral" dibandingkan  yang konvensional, belum ada acuannya selama ini, sehingga menuntut dilakukan Inovasi-belajar sambil bekerja, dilaksanakan secara komprehenif, integral dan holistik dengan outcome menghasilkan suatu "Pelajaran Berharga dari Sebuah Bencana di Milenium". 
  • Paradigma Baru yang digulirkan sejak 2010&2011 "Hidup Harmoni Dengan Bencana" menuju berbagai pemanfaatan dengan sasaran antara lain Taman Bumi (GeoPark)  mengedepankan GeoWisata Geyser Lusi dan Ekowisata Pulau Lusi.
  • Ground Penetration Radar GPR sejak 2007-2019  telah berperan sebagai bagian Monev GeoHazard Lusi baik untuk langkah mitigasi berkelanjutan maupun pada pemilihan opsi kebijakan khusus, diantaranya secara histori: 
  • 1) Bagian aspek Deformasi di Reno untuk Penentuan Peta Area Terdampak  (PAT) 22 Maret 2007; 2) Keputusan Tanggul Siring harus dibangun walau menghadapi penolakan warga; 3) Pemilihan 3 Opsi untuk penetapan Trase Relokasi Infrastruktur; 4) Geohazard sebagai indikator utama penentuan Wilayah Terdampak di luar PAT menjadi dasar informasi Kebumian untuk tiga Peraturan Presiden 49/2009, 61/2011, 37/2012 dan 33/2013.
  • Informasi Kebumian terhimpun 2006-2017 telah digunakan untuk tahap Pengambilan Keputusan Kebijakan Penanggulangan Geyser Lusi ke depan, merupakan suatu langkah Inovasi Exit Strategy BPLS yang elegan 2017: 
  • 1) Kedudukan Geyser Lusi sebagai sistem hidrotermal yang baru lahir (new born hydrothermal system) dan telah berhubungan dengan gunung magmatik, sehingga dapat/akan memberikan implikasi Geohazard dan berkontribusi gas rumah kaca Global; 2) Geyser Lusi sudah dipengaruhi faktor eksternal tektonik yaitu gempabumi dan aktivitas gunungapi; 3) Semburan Lusi sudah TIDAK AKAN DIBUNUH; dan 4) Semburan pola Geyser Klastik (ClasticGeysering) akan berlangsung lama dari "Sulit/Tidak dapat Ditentukan" sampai kisaran 26-35 Tahun.
  • Simposium Internasional Ilmiah Lusi Mei 2011 dilaksanakan oleh BPLS bekerjasama dengan HSF Australia telah ditetapkan sebagai tonggak Rekonsiliasi sekaligus Komitmen Kebersamaan mencari Solusi Lusi yang holistik, Pengukuhan fenomena Lusi sebagai Geoharitage yang dikenal global (Global Geoheritege) dan Sinar Terang menuju berbagai pemanfaatan. 
  • Outlook kedepan dimana GPR-GeoHard dapat menjadi bagian terdepan dan rutin untuk mengamankan langkah pemanfaatan GeoWisata dan Geopark. Pada Grand Design studi Seismik 3D (Perencanaan TIMDU LUSI 2016) Database BPLS-PPLS yang terhimpun akan diintegrasikan pada Grid Akuisisi 3D, diantaranya: TLS-GPR- Magnetotelurik, seismik refleksi 2-D, dan Lusi 3D berdasarkan kajian GIS 3D Tim Rusia (2009).
  • Paparan ini menempatkan Ground Penetration Radar GPR dalam Pola Pikir yang Luas "GPR-GeoHazard Geyser Lusi: Pengurangan Risiko Bencana Bersiklus". Disertai Rekomendasi "Pengembangan Sistem Monitoring Terintegrasi berdimensi Regional" sebagai akomodasi usulan  terdahulu antara ASU (Arizona State University USA), LUSI LAB (Konsorsium Institusi Kebumian Masyarakat Eropa)-BMKG, Badan Geologi, KESDM, dan  Sistem POLIGON Rusia (2009).



















Kamis, 19 September 2019

GEYSER LUSI: Penanggulangan Bencana “Inovatif & Holistik” Menuju ke Manfaat




FILE GEYSER LUSI LIBRARY&VIRTUAL MUSEUM, MENDUKUNG PAPARAN:
GSSI INDONESIA USER CONFERENCE “GPR : Future Geophysics Investigation ”8-9 OKTOBER 2019 BANDUNG


GPR- Geohazard LUSI Sistem Hidrotermal di Busur Belakang: Pengurangan Risiko Bencana

Sub Judul Outlook Kedepan:
LUSI 13 TAHUN: Pelajaran Suatu Semburan Lumpur Merusak Menuju Hidup Harmoni Dengan Bencana
Go LUSI: Laboratorium Alam  Studi Sistem Hidrotermal Aktif Pada Sedimen Terbedar di Dunia, Menuju Geopark Mengedepankan GeoWisata

Dipaparkan Oleh: Hardi Prasetyo, Mantan Pimpinan BPLS 2007-2017
Didukung Alwi Husein BPLS-PPLS

TENTATIF KESIMPULAN:
  • GPR sebagai salah satu alat bantu geofisika dengan berbagai kelebihan, sejak 2007 telah digunakan dalam Misi Nasional Penanggulangan-Pengendalian Bencana Geyser Lusi. Baik sebagai informasi Ilmu Kebumian untuk pengambilan Kebijakan dan Keputusan, maupun pada Monev GeoHazard untuk Langkah Mitigasi Bencana bersiklus.
  • Pada Grand Design Studi Mendalam Bawah Permukaan LUSI  (BPLS -TIMDU LUSI 2016) himpunan basis data GPR, TLS Terrestrial Laser Scanner, MT Magnetotelurik, dan Penafsifan Seismik Refleksi 2-D digunakan sebagai referensi penentuan Grid Akuisisi 3D.
  • Pada tahapan Exit Strategy BPLS menuju Transisi ke PPLS telah ditetapkan outlook Penanggulangan Kedepan dengan alur pikir: 1) Lusi telah berevolusi menjadi suatu sistem hidrotermal aktif terbesar di dunia berhubungan dengan gunung magmatik; 2) Semburan Tidak Dibunuh; 3) Akan berlangsung lama dari kisaran Tidak Dapat Ditentukan sampai 26-35 Tahun; 5) 5 Oktober 2014 sebagai "Even TNI" merupakan titik balik perulangan interval (recurrent interval) semburan besar merusak dengan kecepatan melampaui titik kritis 50.000m3/h posisi 2018 dipublikasi 80.000m3/h; dan 6) Diindikasikan Geohazard yang perlu ditindaklanjuti dengan langkah Mitigasi sebagai bagian Pengurangan Risiko Bencana.
  • Isu Aktual yang telah lama berkembang menjadi salah satu kontroversi adalah tentang keberadaan Sistem Patahan Watukosek. Walaupun titik awal pada gunung magmatik sampai Kali Porong secara geologi dan geofisika telah semakin nyata sebagai suatu fitur Sistam Patahan Geser arah umum timurlaut-baratdaya, namun di area sekiar Lusi keberadaanya masih terjadi perbedaan pendapat. Sebagai alternatif ditumpangsusunkan dengan struktur kaldera melingkar (caldera radial structures). 
  • Paradigma baru  yang telah digulirkan sejak 2010 "Hidup Harmoni dengan Bencana" dengan berbagai pemanfaatan termasuk sasaran menuju Taman Bumi mengedepankan Pesona GeoWisata Geyser Lus,i harus ditempuh dengan prinsip kehati-hatian dan memastikan keamanan.
  • GPR dapat berperan menjadi salah satu di depan sebagai  langkah inovasi untuk pengembangkan  suatu "Sistem Pemantauan Geyser Lusi Terintegrasi" dengan inovasi yang telah dirintis sejak 2011, melibatkan berbagai disiplin ilmu dan Institusi terkait.


Rabu, 20 Maret 2019

Selasa, 25 September 2018

Lusi 12 TAHUN Dinamika Geyser Lusi 24 September 2018






LUSI > 12 Tahun:
Dinamika Postur dan Perilaku semburan
geyser
sistem hidrotermal
berhubungan dengan gunungapi
Arjuno-Welirang

RRRRekaman Drone 24 September 2018  ketika Semburan
Geyser Lusi lebih dari 3 Titik, dan terjadi luapan lumpur encer ke barat dan lumpur pekat ke timurlaut.

Dinamika berlangsung pada periode yang
pendek menunjukkan tahap awal fluidasasi tubuh mud
volcano
dan respon faktor Eksternal/Regional.

Implikasi menghadapi risiko bahaya pada musim Hujan
2018.
bagian Langkah Mitigasi oleh
PPLS.

Dikontribusikan Oleh:
Hardi
Prasetyo (
Mantan Pimpinan
BPLS)
Penerbangan
Drone PPLS
Oleh Adang dkk.,
Dokumen ini bagian memperkuat
TESTIMONI
Dinamika Lusi pasca terjadinya Kejadian Gempabumi sejak
2016.
Terima kasih kepada PPLS.

  • Drone terbang dari baratdaya. Semburan tiga yang menonjol Bungsu (utara) dan Sulung (tenggara) “Patahan
    Siring”
    jelas mengarah relatif utara-selatan, di sisi timur Punggungan
    Siring. 
    Semburan tiga aktif, yang menonjol
  • Baru (barat) dan Sulung (tenggara), dan Bungsu (utara) dengan saluran lumpur pekat ke timurlaut. Sumbu panjang Kawah luar Lusi timur-barat
  • Semburan tiga aktif, yang menonjol Bungsu (utara) dengan saluran lumpur pekat ke timurlaut, Sulung (tenggara), Baru (barat); “Patahan Siring sangat jelas tegak lurus (utara-selatan).
  • Semburan tiga aktif, yang menonjol Bungsu(utara) dengan saluran lumpur pekat ke timurlaut, Sulung (tenggara), Baru(barat); “Patahan Siring sangat jelas tegak lurus (utara-selatan).
  • Postur Kawah Lusi, Drone terbang dari selatan mengarah ke Utara.
    Fenomena Aktual Terjadi limpasan lumpur encer dengan bentuk melensa ke arah barat.

    Memotong struktur Patahan Siring di baratnya. Diasumsikan dikendalikan oleh Semburan Baru yang
    menjadi dominan

Sabtu, 15 September 2018

Visited The 7th UCLG ASPAC CONGRESS Participant to LUSI volcanism mudflo...


Peer Learning Workshop on Building a Local Government Alliance for Localizing the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030 in the Asia-Pacific-Region

12
years
of
LUSI:
Lessons 
learned  from
multiple 
Geohazard for Disaster Risk 
Reduction

Toward Sustainable 
Development

Pusat Pengendalian
Lumpur
Sidoarjo
14 September, 2018 Sidoarjo,
Indonesia

Dikontribusikan
oleh
Prof. Dr. Hardi Prasetyo