Minggu, 03 Juni 2018
Lupi 2018: Pengamatan geofisika dan degassing tanah di gununa lumpur Kalang Anyar
AGU 2018: SESI KHUSUS LUSI,
AGENDA SESI KHUSUS LUSI: PRESENTASI POSTER AGU 2018
GMPV3.3/BG5.4/TS10.5
DARI SISTEM HIDROTERMAL KE MUD VOLCANO: STRUKTUR, EVOLOSI DAN PEMANTAU DARI PEMBUBUNGAN AKTIF DAN PURBA
From hydrothermal systems to mud volcanoes: structure, evolution and monitoring of active and fossile piercements (co-organized)
|
||||||
Convener: Matteo Lupi
Co-Convener: Adriano Mazzini
Dievaluasi oleh: Hardi Prasetyo
"Sciences Manager" Misi Nasional Penanggulangan Bencana Lusi 2007-2017, Kerjasama LUSI-LAB
|
||||||
Orals GMPV3.3/BG5.4/TS10.5
/ Tue, 10 Apr, 08:30–10:00 / Room -2.21
| ||||||
X2.366
|
Geophysical and soil degassing observations at the Kalang Anyar mud volcano, East Java.
Matteo Lupi, Alessandra Sciarra, Adriano Mazzin, Aurore Carrier, Alwi Husein, and Karyono Karyono
|
X2.367
|
Subaqueous and and subareal mud volcanism at Kalang Anyar, Java, Indonesia
Adriano Mazzini, Alessandra Sciarra, Matteo Lupi, and Alwi Husein
|
X2.369
|
Multidisciplinary studies at the Lusi eruption site, Java, Indonesia
Stephen A. Miller and Adriano Mazzini
|
X2.370
|
Investigating external perturbations for the Lusi mud eruption, NE Java, Indonesia
Alessandra Sciarra, Giancarlo Ciotoli, Maria Grazia Finoia, Alwi Hussein, and Adriano Mazzini
|
X2.371
|
Mantle-derived fluids in the oil and gas fields around the Lusi mud eruption, NE Java, Indonesia
Alexandra Zaputlyaeva, Adriano Mazzini, Antonio Caracausi, Henrik Svensen, and Alessandra Sciarra
|
X2.372
|
The sources of oil erupted at Lusi, NE Java, Indonesia
Alexandra Zaputlyaeva, Adriano Mazzini, Martin Blumenberg, Georg Scheeder, and Henrik Svensen
|
X2.373
|
The Plumbing System Feeding the Lusi Eruption Revealed by Ambient Noise Tomography
Mohammad Fallahi, Anne Obermann, Matteo Lupi, Karyono Karyono, and Adriano Mazzini
|
X2.374
|
Deep versus shallow origin of hydrocarbon degrading microorganisms in sediments from the active Lusi eruption site, Indonesia
Martin Krueger and Adriano Mazzini
|
Sutriono EGU 2018: Semburan Lusi Tinjauan ke belakang pada data pemboran Banjarpanji-1
Abstrak
Abstract Original
Sabtu, 02 Juni 2018
Tingay 2018 AGU: Suatu tinjauan dari laporan pemboran sumur Banjarpanji-1 dan kegempaan Indonesia
Abstrak
ABSTRACT
Jumat, 01 Juni 2018
Lupi 2018 EGU: Dari Sistem Hidrotermal ke mud volcano
Convener: Matteo Lupi Co-Convener: Adriano Mazzini
KATA KUNCI ABSTRAK
ABSTRAK
Kamis, 05 Mei 2016
Peta 3d lusi Gis 3d
From Russian With Lusi
Prasetyo 2010
LUSI 10 TAHUN
PELAJARAN BERHARGA (LESSONS LEARNED) PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN LUSI MUD VOLCANO MENERAPKAN GIS 3-D DARI PENAMPANG SEIMIK 2-D, OLEH TIM RUSIA 2009
Langkah Upaya Pengulangan Bencana Lusi, Rencana 2017
Memetakan Postur dan Perilaku Semburan di bawah Permukaan Lusi 3-d dengan pengambilan data baru penampang seismik refleksi 3-D.
Testimoni:
Pemetaan Bawah Permukaan Lusi mud volcano dengan teknologi GIS 3-d berdasarkan seismik releksi 2-d sebelum semburan Lusi (lebih tua 2006).
Tahun 2010 saya beruntung karena dapat menggulirkan even "From Russian with Lusi'.
Kunjungan untuk fact finding "Penanganan mud volcano di Rusia" dan Road Show diskusi di Moscow, Saint Petersburg, Singapura dan Jakarta.
Hasil Penting
Dari Pemetaan 3-d di bawah Lusi, Tim Rusia Temukan Tubuh 2 mud diapir di dekat Lusi, selain Lusi sendiri.
Disertai peringatan dini bahwa dua struktur diapir tersebut, bila dipicu oleh gempabumi bisa menjadi mud volcano seperti haknya Lusi.
Tim Rusia berpendapat bahwa kejadian Lusi diawali dengan dipicu gempabumi November 2005 di dekat Sidoarjo.
Baru gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006 sebagai "Kick Off", memicu fluidasasi lumpur overpressure.
Rusia termasuk Azerbaijan disepakati sebagai lokasi 40% terjadinya mud volcano di dunia, sehingga dinilai mempunyai pengalaman dalan menangani mud volcano.
Di Rusia fenomena struktur pembubungan lumpur overpressure (piecerment overpressure mud structure) sering kali sebagai alat bantu untuj mendukung kegiatan eksplorasi Migas.
Tidak heran banyak lapangan produksi migas terdapat di sayap antiklin dekat mud volcano.
Para ahli kebumian Rusia tidak pernah memikirkan, bahwa suatu mud volcano sebagai fenomena Geologi dan mesin bumi kita yang dahsyat, akan dimatikan atau kill eruption?
Kelebihan dari Pandangan Tim Rusia yang berpengalaman dengan Mud volcano, antara lain Mereka Mengusulkan untuk membangun SISTEM PEMANTUAN LUSI DENGAN SISTEM POLIGON (Memasang stasiun kegempaan, Magnetik, bayaberat).
Intinya memantau kondisi Tekanan di bawah Lusi, untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya perulangan Semburan Dahsyat yang merusak (violence and destructive eruption), seperti ketika tahun-tahun 2006-2009.
Salah satu prediksi yang tepat dari Tim Rusia, bahwa semburan dahsyat merusak yang pernah mencapai 180.000m3/hari (2006-2008), akan cepat menurun intensitasnya.
Namun masih mungkin terjadinya perulangan even violence eruption, karena itu perlunya sistem pemantauan POLIGON.
Foto: Postur Lusi, Mei 2016 dari Zona Ilmiah Hawai.





